|
Selamat datang di website Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Web site ini kami hadirkan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat maupun calon-calon investor sebagai sarana untuk lebih memperkenalkan kondisi, potensi dan peluang Kabupaten Deli Serdang yang dengan luas wilayah 2.497,72 km2 adalah salah satu kabupaten di Propinsi Sumatra Utara berjarak 30 km dari Medan ke Ibukota Kabupaten Lubuk Pakam.
Kami menyadari masih banyak potensi daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan seiring dengan dibangunnya Bandara Internasional Kwala Namu di Kabupaten Deli Serdang akan menciptakan terbukanya peluang bisnis dan globalisasi Industri termasuk Teknologi Informasi yang sedang berkembang pesat di Kabupaten Deli Serdang propinsi Sumatra Utara, Indonesia.
Oleh sebab itu kami Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mencoba mengejar peluang-peluang tersebut dengan pelaksanaan peningkatan pelayanan aparat dengan mengacu pada visi, misi dan tujuan strategis yang bertumpu pada sektor Pertanian, Industri dan Pariwisata.
Silakan mengirim e-mail pada kami bila memerlukan informasi tambahan dan kami juga mengharapkan bila ada masukan, kritik dan saran yang membangun dari anda sekalian. Akhirnya dengan hadirnya web site ini semoga terjalin kerjasama yang saling menguntungkan diantara kita.
Lubuk Pakam, April 2004 Bupati Deli Serdang
Drs. H. Amri Tambunan
Agenda Pembangunan Daerah
Agenda Pertama Menerapkan Kepemerintahan Yang Baik Dengan Perioritas Utama Peningkatan Kompetensi Aparatur Pemerintah Dan Penciptaan Aparatur Yang Bersih Dan Berwibawa.
Agenda Kedua Pembinaan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas Dengan Prioritas Utama
- Peningkatan Kualitas Pendidikan
- Peningkatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Agenda Ketiga Pengembangan Wilayah Dan Infrastruktur Dengan Prioritas Utama
- Peningkatan Dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur
- Peningkatan Penataan Ruang Dan Perencanaan Pembangunan Yang Berdaya Guna Dan Berhasil Guna Dalam Dinamika Otonomi Daerah
- Peningkatan Dan Percepatan Pembangunan Sumber Daya Air.
Agenda Keempat Peningkatan Kerukunan Masyarakat, Kehidupan Sosial Dan Budaya Dengan Prioritas Utama.
- Peningkatan Keharmonisan Antar Masyarakat Dan Budaya
- Peningkatan Peranan Perempuan Yang Lebih Berkualitas
- Peningkatan Keamanan, Ketertiban Dan Penanggulangan Kriminalitas
- Peningkatan kesejahteraan sosial
Agenda Kelima Pengembangan Ekonomi Daerah Dengan Prioritas Utama Revitalisasi Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan Dan Kehutanan.
- Peningkatan Daya Saing Industri
- Kepariwisataan
- Pemberdayaan Tenaga Kerja
- Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Dengan Pemberdayaan Koperasi, Dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah.
Agenda Keenam Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup Dengan Prioritas Utama Perbaikan Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup.
Catatan Akhir Tahun 2006
DELI SERDANG TERUS MEMBANGUN…….
Deli Serdang dalam motto
BHINNEKA PERKASA JAYA
Kabupaten Deli Serdang dikenal sebagai salah satu daerah dari 25 Kabupaten/ Kota di Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten yang memiliki keanekaragaman sumber daya alamnya yang besar sehingga merupakan daerah yang memiliki peluang investasi cukup menjanjikan. Dulu wilayah ini disebut Kabupaten Deli dan Serdang, dan pemerintahannya berpusat di Kota Medan. Memang dalam sejarahnya, sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, wilayah ini terdiri dari dua pemerintahan yang berbentuk kerajaan (kesultanan) yaitu kesultanan Deli berpusat di kota Medan, dan kesultanan Serdang berpusat di Perbaungan.
Dulu daerah ini mengelilingi tiga “daerah Kota Madya” yaitu kota Medan yang menjadi Ibu kota Provinsi Sumatera Utara, kota Binjai dan kota Tebing Tinggi di samping berbatasan dengan beberapa Kabupaten yaitu Langkat, Karo, dan Simalungun, dengan total luas daerah 6.400 KM2 terdiri dari 33 Kecamatan dan 902 Kampung.
Daerah ini sejak terbentuk sebagai Kabupaten sampai dengan tahun tujuh puluhan mengalami beberapa kali perubahan luas wilayahnya, karena kota Medan, Tebing Tinggi dan Binjai yang berada di daerah perbatasan pada waktu yang lalu meminta/mengadakan perluasan daerah, sehingga luasnya berkurang menjadi 4.397,94 KM2.
Diawal pemerintahannya Kota Medan menjadi pusat Pemerintahannya, karena memang dalam sejarahnya sebagian besar wilayah kota Medan adalah “Tanah Deli” yang merupakan daerah Kabupaten Deli Serdang. Sekitar tahun 1980-an, pemerintahan daerah ini berpindah ke Lubuk Pakam, sebuah kota Kecil yang terletak di pinggir jalan Lintas Sumatera lebih kuarang 30 kilometer dari Kota Medan yang telah ditetapkan menjadi Ibukota Kabupaten Deli Serdang.
Tahun 2004 Kabupaten ini kembali mengalami perubahan baik secara Geografi maupun Administrasi Pemerintahan, setelah adanya pemekaran daerah dengan lahirnya Kabupaten baru Serdang Badagai sesuai dengan U.U. No. 36 Tahun 2003, sehingga berbagai potensi daerah yang dimiliki ikut berpengaruh.
Dengan terjadinya pemekaran daerah, maka luasnya sekarang menjadi 2.497,72 KM2 terdiri dari 22 Kecamatan dan 403 desa/ kelurahan, yang terhampar mencapai 3.34 persen dari luas Sumatera Utara.
Kabupaten Deli Serdang dihuni penduduk yang terdiri dari berbagai suku bangsa seperti Melayu, Karo, Simalungun, Jawa, Batak, Minang, Cina, Aceh dan pemeluk berbagai agama seperti Islam, Kristen, Hindu dan Budha, dengan total jumlah penduduk berjumlah 1.686.366 jiwa dengan Laju Pertumbuhan Penduduknya (LPP) sebesar 2,74 persen dengan kepadatan rata-rata 616 jiwa perkilometer persegi.
Dalam gerak pembangunannya, motto Kabupaten Deli Serdang yang tercantum dalam Lambang Daerahnya adalah “Bhinneka Perkasa Jaya” yang memberi pengertian; dengan masyarakatnya yang beraneka ragam suku, agama, ras dan golongan bersatu dalam kebhinnekaan secara kekeluargaan dan gotong royong membangun semangat kebersamaan, menggali dan mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya sehingga menjadi kekuatan dan keperkasaan untuk mengantarkan masyarakat kepada kesejahteraan dan kejayaan sepanjang masa.
Saat ini Kabupaten Deli Serdang dipimpin Drs. H. Amri Tambunan sebagai Bupati ketigabelas, seorang Birokrat tulen, alumni APDN dan IIP yang dilahirkan dan dibesarkan serta dididik dari dunia Pemerintahan, yang memulai kepemimpinannya sejak tanggal 07 April 2004 ketika berhasil menang mutlak terpilih dengan meraih suara secara meyakinkan yaitu 35 dari 45 suara melalui siding DPRD Kabupaten Deli Serdang.
Sebagai aparat yang pernah memulai karier awalnya di Kabupaten Deli Serdang Dari seorang Camat di Tg. Morawa sebagai salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Deli Serdang, dia “melompat” menjadi Asisten II Setdakab Deli Serdang dan kemudian sebagai Pembantu Bupati, disamping pernah berkiprah sebagai Sekdako Medan dan Kepala Badan Infokom Provinsi Sumatera Utara, tentu banyak orang mengharapkannya dapat menjadi seorang Bupati yang kelak mampu mengantarkan Kabupaten Deli Serdang menuju kejayaannya, terutama dalam gerak kepemimpinannya yang dikenal sangat keras dan teguh dalam pendirian diiringi ilmu kepemerintahannya, serta obsesi yang dimilikinya untuk menjadikan daerah yang dipimpinnya ini sebagai daerah percontohan dari sebuah pemerintahan yang baik bagi daerah-daerah lain.
Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2007 mencapai 5,71%, laju pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai pertumbuhan sebesar 5,26%.Pencapaian peningkatan pertumbuhan ini, menandakan perubahan dan peningktan kinerja ekonomi makro di Kabupaten Deli Serdang telah berlangsung dengan baik.
Berdasarkan harga berlaku, nilai PDRB sebesar Rp. 8,4 juta lebih, sedangkan berdasarkan harga konstan adalah Rp. 2,4 juta lebih maka struktur ekonomi Deli Serdang dapat dilihat antara lain sector industry masih memegang peranan yang cukup signifikan dengan kontribusi sebesar 42,60 %, diikuti sector pertanian sebesar 26,97 %, sector perdagangan, hotel dan restoran 17,45 %.
Ini berarti bahwa Kabupaten Deli Serdang masih sangat tergantung dari sector-sektor tersebut di atas, sementara sector jasa-jasa hanya memberi kontribusi sebesar 4,51 %, sector bangunan 3,65 %, dan sector keuangan, persewaan dan jasa perusahaan hanya 2,21 %.
Sementara itu, pendapatan per-kapita yang merupakan gambaran rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil proses produksi PDRB per-kapita yang diperoleh dengan cara membagi total nilai PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun PDRB per-kapita atas dasar berlaku Kabupaten Deli Serdang, maka diperoleh data yaitu tahun 2004 sebesar Rp. 5.515.779,45 dan tahun 2005 mengalami peningkatan menjadi Rp. 5.710.173,96.
Sedang inflasi yang terjadi pada tahun terakhir ini menunjukkan peningkatan, meskipun untuk inflasi Kabupaten Deli Serdang tetap dibawah 2 digit, yaitu sebesar 6,50 % pada tahun 2004, sedangkan pada tahun 2005 adalah 7,0 %.
Penduduk miskin dan tingkat Pengangguran Kabupaten Deli Serdang masih menghadapi masalah kemiskinan yang antara lain ditandai oleh jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan dan tingginya kerentanan masyarakat untuk jatuh dibawah garis ini. Pada tahun 2004 penduduk miskin tercatat 48.492 KK atau 15,56 % sedangkan pada tahun 2005 mengalami kenaikan menjadi 49.848 KK atau 15,92 %.
Kondisi ini diperkirakan masih banyak dipengaruhi oleh situasi perekonomian secara nasional dan daerah yang belum cukup kondusif sebagai dampak dari krisis moneter yang sampai saat ini masih belum teratasi sepenuhnya, untuk dapat memacu pertumbuhan ekonomi rakyat. Hal ini telah diperberat lagi dengan adanya kebijakan Nasional untuk menaikkan harga BBM, sehingga daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya terhadap sandang pangan menjadi melemah.
Sementara itu, jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Deli Serdang tahun 2004 sebesar 15,85 % dari total angkatan kerja sebesar 651.419 orang, sedangkan pada tahun 2005 mencapai 15,95 % dari total angkatan kerja sebesar 664.447 orang.
Infrastrktur Jalan dan Irigasi Kondisi prasarana jalan sampai dengan tahun 2004 umumnya masih rendah baik jaringan jalan Kabupaten, Provinsi maupun Jalan Nasional/Negara dengan total panjang jalan 2.963.604 Km. Kondisi jalan yang rusak untuk tingkat Jalan Nasional/Negara 11,7 % dari 54.560 Km, Jalan Provinsi 33,80 % dari 178.910 Km, dan jalan Kabupaten 55,27 % dari 1.748.000 Km. Sedang Jalan Desa yaitu sepanjang 1.412.534 Km masih memerlukan perbaikan atau perkerasan.

Untuk pembangunan infrastruktur pengairan/irigasi telah diarahkan untuk mendukung sector pertanian dan ketahanan pangan. Daerah irigasi yang ada di daerah ini berjumlah 69 DI, dengan luas persawahan sekitar 34.223 Ha terdiri dari 14.805 Ha berigasi teknis dan 19.191 Ha berigasi semi teknis dan 226 Ha irigasi sederhana.
Pertanian Dengan luas persawahan sekitar 43.802 hektar, Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2004 telah berhasil memproduksi beras sebesar 243.928 ton sedang kebutuhan masyarakat 227.875 ton dan tahun 2005 produksi mencapai 235.018 ton dan kebutuhan 232.770 ton. Dari data ini telah menjadikan Deli Serdang setiap tahunnya mendapatkan Surplus Produksi Beras masing-masing pada tahun 2004 sekitar 16.503 ton dan tahun 2005 sebanyak 2.249 ton (terjadi penurunan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung), sedang untuk tahun 2006 surplus yang dicapai adalah sebesar 16 ton lebih.
Industri Disektor Industri dan Perdagangan, sebagai salah satu segmen yang juga telah mendukung perekonomian Deli Serdang adalah peningkatan industri kecil, menengah dan industri rumah tangga yang mampu memberdayakan masyarakat dan membuka lapangan kerja.
Kebijaksanaan yang ditempuh guna terus mengembangkan sektor industri ini meliputi kerja sama regional, peningkatan pelayanan dengan melakukan deregulasi dan debirokrasi guna membuka peluang yang lebih besar bagi investor untuk penanaman modal, disamping melakukan pemberdayaan potensi masyarakat yang ada melalui berbagai penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran.
Sektor industri potensial yang telah dikembangkan adalah agro industri, yakni jenis industri yang diolah seperti hasil pertanian menjadi barang jadi seperti tapioca, karet, minyak sawit, kayu, ubi kayu, kopi, kakao, ikan laut, makanan ternak dan lain-lain.
Hasil industri kecil yang telah berhasil menjadi komoditi ekspor antara lain : minyak atsiri, Meubel bamboo, emping melinjo, sapu ijuk, pinang, kerupuk, sapu lidi hias, keramik/gerabah dan sebagainya yang telah menembus pasar manca Negara seperti Amerika, Malaysia, Australia dan lain-lain.
Kesehatan Pembangunan sector kesehatan telah diarahkan bagi peningkatan derajat kesehatan dan gizi masyarakat, yang terlihat dari Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2005; 19/1000 kelahiran hidup, menurun menjadi 18/1000 kelahiran hidup pada tahun 2006.
Selanjutnya untuk Angka Kematian Ibu (AKI) juga mengalami penurunan yaitu pada tahun 2005 dari sebesar 125/100.000 melahirkan, menurun menjadi 120/100.000 melahirkan pada tahun 2006, dan merupakan angka yang telah mendekati Indikator Indonesia Sehat tahun 2010 yang akan datang. Sementara itu untuk Usia Harapan Hidup (UHH) yang sudah dicapai tahun 2005 adalah 68,5 tahun dan berhasil ditingkatkan pada tahun 2006 menjadi 69 tahun.
Pendidikan Peningkatan bidang pendidikan yang telah dicapai antara lain telah ditunjukkan dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) tahun ajaran 2003/2004 tingkat SD/MI menjadi 101,34%, tingkat SLTP/MTs 71,44% dan tingkat SLTA/MA 41,12%.
Angka Partisipasi Kasar (APK) tahun ajaran 2004/2005 tingkat SD/MI sebesar 103,11%, SLTP/MTs 82,48% dan SLTA/MA 43,08%, sedangkan untuk tahun 2005/2006 naik menjadi 113,17% untuk tingkat SD/MI,SLTP/MTS dari 83,52% menjadi 97,79% dan untuk SLTA/MA dari 45,04% menjadi 64,90% untuk tahun 2006/2007.
Bila ditinjau dari Angka Partisipasi Murni (APM) pada tahun ajaran 2005/2006 dari 95,30% menjadi 98,09%, tingkat SLTP/MTs 68% menjadi 91,69% dan tingkat SLTA/MA 32,38% menjadi 57,15%.
Sementara itu, untuk penuntasan “Wajib Belajar 9 Tahun” (Wajar 9 Tahun) telah berhasil tercapai pada tahun 2002 ditandai dengan penerimaan “Grand Widyakrama” dari Pemerintah Pusat.
Konsep CERDAS Apa yang telah diuraikan di atas adalah merupakan titik berat pembangunan Deli Serdang, sesuai dengan potensi yang dimiliki. Bupati H. Amri Tambunan yang kini telah melaksanakan tugas kepemimpinannya di daerah ini persis selama tiga tahun pada bulan April 2007 yang akan datang, tentu harus memacu gerakan percepatan pembangunan untuk memanfaatkan sisa waktu periode kepemimpinannya sampai dengan tahun 2009 melalui berbagai gebrakan berarti guna mewujudkan visinya yang cukup menantang untuk mengantarkan daerah ini kepintu kejayaannya.
Harapan ini tentu tidak tertutup, terutama apabila dilihat dari manajemen Pemerintahan yang dilakukannya selama ini. Hal ini dibuktikannya antara lain pada awal jabatannya kondisi keuangan daerah mengalami berbagai kesulitan ditandai adanya deficit anggaran dalam jumlah relative besar, namun berhasil diselesaikannya dengan baik melalui APBD Tahun Anggaran 2004.
Disisi lain pada sector Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam TA. 2004 yang saat itu hanya berada pada posisi Rp. 48,- milyar lebih, berhasil ditingkatkan pada tahun 2005 dengan mengajak peran aktif dari jajaran pemerintahannya sehingga diperoleh sebesar Rp. 57,- milyar lebih, dan tahun 2006 ditingkatkan lagi sehingga diharapkan dapat dicapai Rp. 62,- milyar lebih, yang berasal dari 38 pos retribusi daerah dan 9 jenis pungutan pajak daerah.
Demikian juga untuk peningkatan RAPBD setiap tahunnya. Pada tahun 2005 hanya dapat teralokasi sebesar Rp. 521.813.519.258,- dan tahun 2006 telah diupayakan ditingkatkan sehingga mencapai Rp. 836.600.100.000,- sebuah lompatan yang tidak kecil meskipun tetap dirasakan belum memadai apabila dihubungkan dengan tuntutan masyarakat yang semakin besar dan kompleks saat ini.
Komitmen untuk meningkatkan sumber keuangan daerah ini adalah untuk mendukung obsesi lainnya yang besar dalam membangun masyarakat dan daerah Deli Serdang sesuai visi yang ditetapkan, terutama hal ini terlihat dengan adanya kepedulian Amri Tambunan seperti pada sector pendidikan dan kesehatan serta sector-sektor pembangunan lainnya yang telah dipacu sebagai upaya percepatannya.
Landasan pemikiran Amri Tambunan untuk memiliki kepedulian dibidang ini, karena kondisi yang dihadapinya sejak awal kepemimpinannya adalah antara lain adalah rangking Pendidikan Kabupaten Deli Serdang diantara 25 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara pada Tahun 2003 ternyata berada ditingkat terendah. Sementara itu dalam bidang sarana prasarana pendidikan khususnya Sekolah Dasar juga dalam kondisi yang memprihatinkan karena ternyata 60% dari 621 sekolah yang ada dalam kondisi tidak layak pakai untuk sebuah kegiatan proses belajar mengajar.
Karenanya sejak tahun 2005 Bupati Drs. H. Amri Tambunan telah melakukan terobosan penting dibidang pendidikan ini dengan mencanangkan Konsep “CERDAS” yaitu Percepatan Rehabilitasi dan Apresiasi terhadap Sekolah, yang didukung melalui adanya Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan termasuk bidang kesehatan (GM-PPK).
Gerakan ini dapat tumbuh secara spontan ditengah-tengah masyarakat disemua Kecamatan untuk menyahuti konsep ini, sehingga terbentuk kekuatan Tiga Pilar Pembangunan yaitu Pemerintah, Sektor Swasta dan Masyarakat yang bersinerji menjadi alternative solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan pembangunan di Sektor Pendidikan dan Kesehatan. |